Dilarang Melarang

Tentang Apresiasi, Tentang Cipta Foto , Tentang Fransiscus Sondang Pandiangan dengan wujud Teks
Pembelajar seumur hidup, pengagum kedamaian, pendamba kesejahteraan, pencari kebahagiaan

Son of the Greatest Father, Martua Martinus Pandiangan

Flight Dispatcher, Journalist, Photographer

PEMUDA DALAM DAKIAN

           Tak  ada keyakinan seyakin hari itu, malam terlalu malam, pagi terlalu pagi, seorang pemuda memutuskan untuk mendaki sebuah gunung  besar terjal berbatu, penuh belukar, ada hutan besar disana, pilihan tepat bagi satwa buas lapar pemangsa  untuk tinggal,  penampakannya teramat tinggi,  tidak ada yang tahu berapa tingginya gunung yang dimaksud. Bertanya telah, namun nihil jawaban, tidak dapat diterka karena tak terlihat ujungnya, bimbang membawa apa karena tidak tahu apakah cukup. Tidak sedikit yang berucap “sudah, kau tak perlu kesana, tidak mungkin bisa”, “Tidakkkah kau bergurau nak? gunung itu sangat teramat susah didaki” , tak ada satupun yang dihiraukan pemuda tersebut, beberapa gunung sudah dilalui sebelumnya, baru kali ini ia menemukan gunung seperti gunung tersebut, kini gunung itu sudah tepat di depan mata, ya bermodal “KEYAKINAN” dengan bekal yang ia rasa cukup akhirnya langkah pertama diinjakan, “aku harus mendaki”.

           Pemuda itu tahu sebagian isi permukaan gunung tersebut, tetapi terlebih tidak tahu apa saja yang kelak dijumpai di perjalanannya nanti. Awal perjalanan ia berjumpa beberapa kerabat atau pemuda lain yang tak dikenal ternyata juga mendaki namun hari berganti hari sudah tak terlihat karena memutuskan untuk pulang. Pagi sejuk hilang,  siang yang terik datang , malam yang dingin pasti ada untuk menemani perjalanan. Beristirahat sejenak karena pegal lahir, lutut berdarah tak terelakkan karena terjatuh di atas batu tajam ketika melewati medan licin karena hujan, terkilir karena akar pohon nakal mencoba menjahili dengan bentuk tubuhnya seolah perangkap, pemuda tersebut tahu ia harus terus mendaki.

            Hari sudah genap menjadi bulan mungkin, atau bahkan tahun setelah pendakian pertama, bukan waktu yang singkat dalam untuk mendaki gunung, otot yang melekat pada tulang leher sudah semakin kuat karena terus menatap ke atas, kaki semakin kuat melangkah, tangan pun semakin handal menepis ranting yang menghalang, namun ketika pemuda itu melihat untuk mencari tahu apakah puncak sudah terlihat ia hanya melihat segerombolan awan yang menghalangi, sedikit frustasi memang, terkadang awan tersebut mengirimkan petir beserta hujan yang dingin, pemuda tersebut menamai awan itu dengan nama “KETIDAKPASTIAN”, ia hanya berprinsip bahwa bumi yang ia lihat di buku pengetahuan alam pada bangku sekolah dasar bentuknya bulat dan tidak ada bagian bumi yang menjorok keatas sangat tinggi menyerupai tanduk tunggal kuda yang ada di dongeng, “ini pasti ada puncaknya!” teriak pemuda tersebut.

            Semakin tinggi sudah yang sudah didaki pemuda tersebut, semakin dingin udara yang menyelimuti, menusuk sampai ke pori pori hingga ke tulang, tak ada lagi tumbuhan yang dapat digunakan sebagai asupan, tubuhnya sudah terkulai, banyak luka yang masih belum sempat kering, lapisan bawah sepatu sudah habis, batu batu sudah siap meminum darah segar panas di tubuh yang tidak segar itu lagi, ia hanya terduduk mati sambil menengadah keatas, mencoba mengingat kembali apa yang sudah ia lakukan, semua keringat yang sudah ia ciptakan selama perjalanan, beberapa luka yang ia dapatkan, dan akhirnya ia tersadar bahwa awan yang dinamainya “KETIDAKPASTIAN” sudah tidak nampak lagi, dengan semangat yang tersisa ia merangkak ke atas dan hari yang ia impikan akhirnya datang, ya pemuda tersebut sudah sampai di puncak gunung tersebut.

            Disana pemuda tersebut menemukan wanita persis seperti yang ada di mimpinya, yang sudah ia nantikan diumur hidup. Lalu dari kejauhan angin berbisik WAHAI PEMUDA, LARILAH MENUJU WANITA ITU, YA WANITA ITU, IA SUDAH MENUNGGUMU SEBELUM ENGKAU MENDAKI, BERIKAN CIUMAN TERBAIK DI KENINGNYA, PEGANG ERAT TANGANNYA UNTUK MENURUNI GUNUNG INI, JANGAN SAMPAI DILEPASKAN, WASPADALAH DI MEDAN CURAM,  KETIKA ENGKAU SUDAH TIBA, ENGKAU AKAN MENEMUKAN LADANG YANG SANGAT INDAH YANG KUSEBUT KEBAHAGIAN, HIDUPALAH BERSAMANYA, LAKUKAN TUGASMU SAMPAI KELOPAK MATAMU TIDAK KUAT MEMBUKA, BILA ENGKAU MENJALANKAN TUGAS DENGAN BAIK KAU AKAN DUDUK DISAMPING KANANKU BERSAMANYA, DAN KAU AKAN TAHU BAHWA GUNUNG ITU ADALAH AKU, AKU YANG MEBUATNYA, AKU YANG BIASA KAU SEBUT DENGAN KATA “TUHAN”

-TERUNTUKMU AKU AKAN

FRANSISCUS SONDANG, 04:04 AM

"S"

       AKU BERSAMANYA. NYA MERUPAKAN WANITA YANG BARU AKU KENAL, BEBERAPA MINGGU YANG LALU. AKU TIDAK BANYAK BERKACA DI DEPAN CERMIN, AKU TIDAK PERLU MEMINJAM PARFUM MAHAL MILIK TEMANKU,  AKU TIDAK BANYAK BERPIKIR UNTUK MEMILIH BAJU APA YANG HARUS KUKENAKAN UNTUK MENEMUINYA, SEJAK AWAL BERTEMU  AKU MERASA SUDAH MENGENALNYA JAUH DALAM HITUNGAN WAKTU. AKU TAK TAHU KENAPA, APAPUN YANG KUKENAKAN, BERAPAPUN DEBU YANG MELEKAT DIDIRIKU, WANGI CUCIAN PADA BAJU YANG BERGANTI DENGAN BAU KERINGAT, AKU MERASA TERBAIK BILA DISAMPINGNYA.

SOMETHING

Something in the way she moves
Attracts me like no other lover
Something in the way she woos me
I don’t want to leave her now
You know I believe and how

Somewhere in her smile she knows
That I don’t no other lover
Something in her style that shows me
I don’t want to leave her now
You know I believe and how

Something in the way she knows
And all I have to do is think of her
Something in the things she shows me
I don’t want to leave her now
You know I believe and how

1969 Abbey Road, John Lennon/Paul McCartney, 

YOU ARE WHAT YOU EAT

UNLESS YOU ARE A VAMPIRE OR A ZOMBIE

VAMPIRES EAT BLODD BUT THEY ARE ALWAYS SO PALE

ZOMBIES EAT BRAINS BUT THEY DON’T GET ANY SMARTER

BERMULA DI NASI TELOR PADANG (LANJUTAN)

FOTO-FOTOKU GAGAH TERPAJANG, DENGAN SAMIR KHAS WISUDA KEMILITERAN, PAKAIAN DINAS UMUM DENGAN 3 BALOK PANGKAT, TOPI PET BERSIH, SERTA SEPATU MENGKILAP TERLALU KONTRAS UNTUK NASIB 4 BULAN SETELAH ITU………… (bag 1)

TERBESIT NIAT MENCARI KEKASIH PADA MASA KELAM TERSEBUT, NAMUN AKU TAHU DIRI. AKU TAHU TIDAK ADA BUKIT KECIL ATAUPUN TAMAN INDAH UNTUK BERKENCAN SEPERTI DI FILM-FILM HOLLYWOOD. SEPERTI DI LAYAR KACA ATAUPUN PLASMA SERING KITA LIHAT SEPASANG KEKASIH BERBONCENGAN DIATAS SEPEDA, BERHENTI SEJENAK DI TAMAN LALU BESENDAGURAU DAN BERKECUP MESRA DIATAS RERUMPUTAN YANG TERLEBIH DAHULU DIHEMBUSKAN OLEH KIPAS LISTRIK OLEH STAF PERFILEMAN. OMONG KOSONG BILA SEPASANG KEKASIH YANG HIDUP DI JAKARTA ZAMAN DUA RIBUAN INI BISA MENIKMATINYA, WALAUPUN KADANG TERLIHAT HANYA SEBATAS FOTO PRAWEDDING ATAU PERNIKAHAN.

JELAS JALAN SATU-SATUNYA UNTUK BERTEMU DAN BERKENCAN YANG PALING SEDRHANA ADALAH MENIKMATI MAKANAN DI LUAR ATAUPUN MEMONTON LAYAR LEBAR DI MALL TERDEKAT, SAYANGNYA HAL TERSEBUT MASIH TERBENTUR TEMBOK BESAR SALDO REKENING BANK, TEMBOK TERSEBUT BISA KULOMPATI DENGAN MUDAH NAMUN SETELAH MELEWATINYA AKU WAJIB BERPUASA SELAM SEPULUH HARI. AKU INGAT SAAT ITU,  UNTUK MENGAMBIL TAMBAHAN KERUPUK DI WARUNG NASI PADANG SAJA TANGANKU SUDAH BERGEJOLAK, DI DALAM HATI AKU BERFIKIR “KERUPUK SERIBU ATAU LIMA RATUS YA? AMBIL GAK YA?” SEDIKIT SEKALI PERNAH KUJUMPAI KERUPUK DIATAS HIDANGAN MAKANANKU, MENGENASKAN.

PAHIT MEMANG, TAPI APA DAYA. AKHIRNYA MENJELANG IDUL FITRI TAHUN 2012 AKU MENYERAH, PAGI ITU MERUPAKAN KEPUTUSAN TERCEPAT UNTUK  PULANG KAMPUNG SEUMUR HIDUP. SELEPAS BANGUN PAGI, DENGAN TUBUH MENGURUS (TURUN 7 KG) AKU MENYAKSIKAN TEMAN-TEMAN SUDAH BERGEGAS MEMPERSIAPKAN DIRI MELAKUKAN PERJALANAN DARAT MENUJU KOTA MEDAN DENGAN MOBIL SUV SILVER KEPUNYAANNYA, SANTAK LANGSUNG KUMUNCULKAN PERTANYAAN ” TOK, KAU LEWAT PALEMBANG? AKU IKUTLAH KALO GITU”, SI ANTO TEMAN BAIKKU DARI MEDAN TANPA PANJANG BERFIKIR LAGSUNG MENJAWAB “AYO NAIK”. DUA PULUH MENIT AKU BERSIAP DIRI DARI MANDI DAN MENYIAPKAN KEBUTUHAN SANDANG LANGSUNG MENAIKI KURSI PALING BELAKANG MOBIL BERPLAT NOMOR JAKARTA TERSEBUT.

       PERJALANAN 20 JAM KAMI SANGAT MENYENANGKAN DAN PENUH ADRENALIN, SAYA TAK MELIHAT SATU PUN MOBIL DAN MOTOR MENYELINAP SELAMA TERJAGA DI MOBIL. SESAMPAINYA DI PALEMBANG KAMI BERPISAH DAN ROMBONGAN MEDAN MELANJUTKAN PERJALANAN MENUJU TANAH KELAHIRAN MEREKA. SEPULUH HARI KUHABISKAN WAKTU DI PALEMBANG. MENGURUS SURAT KEMUDI KENDARAAN RODA DUA DAN EMPAT, BERTEMU TEMAN-TEMAN SEKOLAH MENENGAH KE ATAS, MENIKMATI SARAPAN, MAKAN SIANG, SERTA MAKAN MALAM BUATAN IBUKU. BERAT BADANKU NAIK AKU PULANG KE JAKARTA DENGAN TUBUH BUGAR DAN SEHAT, TERLEBIH LAGI ADA  BEKAL DANA SEGAR DARI IBUKU.

       DENGAN OPTIMIS SETIBANYA DI PULAU JAWA, AKU SUDAH MEMPERSIAPKAN DIRI UNTUK MENEMUI KERABAT YANG BARU KUKENAL UNTUK BEKERJA MEJAGA TOKO HANPHONE DI SUPERMALL KARAWACI, SALAH SATU MALL BESAR INDONESIA. SEBELUMNYA KAMI SUDAH SEPAKAT MELALUI PESAN BLACKBERRY, WALAUPUN IYA TERUS BERTANYA “SERIUS LO MAU JAGA KONTER HP?”. BAJU KEMEJA,CELANA JEANS, SERTA SEPATU CONVERSE FAVORIT SUDAH KUSIAPKAN MALAM HARINYA UNTUK BERANGKAT DI SIANG HARI SESUAI JANJI.

       NAMUN KEADAAN BERBALIK KETIKA DI PAGI HARI AKU TERBANGUN DENGAN NADA DERING PANGGILAN TELFON

P (PENELFON)

S (SAYA)

P : “PAGI MAS FRANSISCUS”

S : “IYA PAGI” (MASIH MEMEJAMKAN MATA)


P : “DENGAN MAS FRANSISCUS SONDANG PANDIANGAN YA?”

AKU TERSENTAK MEMBUKA MATA, KUTATAP TELFON, TERNYATA PANGGILAN DARI NOMOR TAK DIKENAL DENGAN KODE 021 DI PANGKALNYA

S : ” IYA PAK, ADA APA YA?”

P : “SAYA DARI TABLOID AVIASI TANGERANG, KAMI BARU SAJA MELIHAT CV LAMARAN ANDA, MEMANG BETUL KAMI MEMBUTUHKAN JURNALIS DISINI, KAMI BERHARAP BISA BERTEMU MAS FRANSISCUS SECEPATNYA, KALO BISA PAGI INI MAS”

AVIASI MERUPAKAN TABLOID PENERBANGAN SIPIL  PERTAMA DI INDONESIA, TABLOID TERSEBUT SERING SAYA BACA DI PERPUSTAKAAN SEKOLAH, SATU BULAN SEBELUM DITELFON, SAYA MELIHAT TAWARAN MENJADI JURNALIS DI TABLOID TERSEBUT DI SALAH SATU FORUM TERBESAR DI INDONESIA, TAK PIKIR-PIKIR LAGI SEBUAH LAMPIRAN CV DAN LAMARAN KUKIRIMKAN MELALUIEMAIL

S : “IYA PAK, BOLEH KRIMKAN TEKS PESAN ALAMAT KANTOR REDAKSI KE NOMOR INI? KEBETULAN SAYA SEDANG TIDAK ADA KEGIATAN SAMA SEKALI, SAYA AKAN  BERGEGAS MENUJU KESANA

(PREMEMORY)

BERSAMBUNG LAGI

      

BERMULA DI NASI TELOR PADANG

       LEBIH 4 BULAN AKU BERGELUT DENGAN INI, SETIAP MALAM PAGI KUHABISKAN DENGAN KASUR DAN BANTAL, SIANG HARI SEBELUM BERMAIN KULAHAP HEBAT NASI TELOR PADANGKU, MALAM HARI HAMPIR SAMA DENGAN SIANG, HANYA SAJA BILA TIDAK BERMAINAKU MENATAP LAYAR KACA SEMBARI MENIKMATI SANTAP MALAM MIE INSTAN SEBAGAI MAKAN MALAMKU.

       MEMANG BENAR NASI TELOR ITU KESUKAANKU, TAPI PERNAHKAH ENGKAU MERASA BILA DI MINGGU KEDUA SECARA BERUNTUN ENGKAU TIDAK MELIHAT MAKANAN LAIN SELAIN NASI TELOR PADANG? SAMA SEPERTIKU MUNGKIN ENGKAU AKAN MENGELUARKANNYA KEMBALI SETELAH MENELAN SATU SENDOK PERTAMA. APALAGI PERNAH KARENA 12 RIBU RUPIAH TERAKHIR AKU TAK BERDAYA MENERIMA KENYATAAN AKAN MENNYANTAP 6 BUNGKUS INDOMIE UNTUK 3 HARI, MASING MASING HARI BERJATAH DUA. BENAR,  DI HARI KETIGA AKU TIDAK MERASA LAPAR, BADAN MULAI MENDINGIN MUNTAHPUN AKU TAK MENGELUARKAN APA-APA.

        SEMUA KULAKUKAN UNTUK MENGHENTIKAN SUBSIDI ORANG TUA, AKU TAHU, MEREKA TAHU AKU SUDAH MENYELESAIKAN PENDIDIKAN SINGKATKU DI PERGURUAN YANG MEMANG LUMAYAN BERNAMA, RASA MALUKU BERGEJOLAK SETIAP MENGANGKAT BENDERA PUTIH “MAK, DUITKU HABIS”, BUKAN LAGI MUKA MEMERAH TAPI  SEPERTI KEHILANGAN MUKA RASANYA. SEKOLAH YANG MENUNDA-NUNDA MEMBUAT BERBAGAI PERSOALAN KOMPLEKS UNTUK BERTAHAN HIDUP TANPA BEKERJA. FOTO-FOTOKU GAGAH TERPAJANG, DENGAN SAMIR KHAS WISUDA KEMILITERAN, PAKAIAN DINAS UMUM DENGAN 3 BALOK PANGKAT, TOPI PET BERSIH, SERTA SEPATU MENGKILAP TERLALU KONTRAS UNTUK NASIB 4 BULAN SETELAH ITU.

 

        -BERSAMBUNG

IF PEOPLE AREN’T LAUGHING AT YOUR DREAMS, YOUR DREAMS AREN’T BIG ENOUGH!!!

Menunggu jam 7 pagi, tak sengaja melihat fajar indah tepat di belakang meja kerja,
merah merona….
-Canon 50d, 18-200mm
-Operation Control Center, Flight Following, Garuda Indonesia
-Fransiscus Sondang Pandiangan

Menunggu jam 7 pagi, tak sengaja melihat fajar indah tepat di belakang meja kerja,

merah merona….

-Canon 50d, 18-200mm

-Operation Control Center, Flight Following, Garuda Indonesia

-Fransiscus Sondang Pandiangan

3 BOLA

       ”TUHAN” ADALAH BOLA KACA, “KELUARGA” DAN “PEKERJAAN” ADALAH BOLA KARET, HIDUP ADALAH PERMAINAN SIRKUS DENGAN ATRAKSI LEMPAR BOLA, ENGKAU ADALAH PEMAINNYA. TUGAS SANG PEMAIN ADALAH MELAYANGKAN KETIGA BOLA DI UDARA,

-KETIKA SALAH SATU “BOLA KARET” TERLEPAS DI TANGAN DAN TERJATUH KE TANAH,   LALU IA AKAN MEMANTUL, AMBIL KESEMPATAN UNTUK MENGAMBILNYA KEMBALI DAN MELANJUTKAN PERMAINAN

-KETIKA SALAH SATU “BOLA KARET” JATUH DAN MEMANTUL BERULANG KALI LALU IA BERHENTI DIKARENAKAN TERLAMBAT MENGAMBIL, ENGKAU GAGAL DALAM PERMAINAN, KARENA DIA TIDAK BISA DIAMBIL KEMBALI

-BILA HANYA SATU KALI “BOLAH KACA” TERLEPAS DAN JATUH KE BAWAH, IA AKAN PECAH, TAMATLAH PERMAINANMU. -FSP

TIDAK ADA ISTILAH “HIDUP SUSAH”, YANG ADA HANYALAH “HIDUP YANG LEBIH SULIT DARI ORANG LAIN”

Kalau kau ingin mendapatkan pedang yang tajam dan berkualitas tinggi, janganlah mencarinya dipasar apa lagi tukang loak, tapi datang dan pesanlah langsung dari pandai besinya

MISI BATIN

KITA AKAN MENGIKAT JANJI

BERDUA TINGGAL DI PAPAN SEDERHANA

ENGKAU MEMBAYAR BIAYA KONTRAK RUMAH SEMENTARA AKU MEMBAYAR TAGIHAN AIR BESERTA LISTRIK

PASTI SENYUMMU AKAN MEREKAH KETIKA MELIHAT KITA SUDAH MEMPUNYAI KENDARAAN MESIN BERODA DUA DENGAN CICILAN SERTA UANG MUKA RENDAH

SINGGAH DI PASAR UNTUK MEMBELI PERABOT BERBAHAN PLASTIK

TIDAK LUPA MEMBELIKAN JAJANAN PASAR KESUKAANMU

TAK GENTAR DALAM MENJALANI PERSALINAN, GUGUP MENGHADAPI ADMINISTRASI RUMAH SAKIT

1,2,3 MUNGKIN 4 BENIH BARU TERCIPTA

TERHARU MELIHATKU MENDAPATKAN PROMOSI

MENARI DI ATAS RUMAH BARU

ENGKAU MENUTUP JENDELA MOBIL, MENGHIDUPKAN MUSIK YANG ENGKAU SUKA DI MOBIL BARU KITA

ENGKAU YANG MEMILIH BENTUK KOLAM RENANG TEPAT DI BELAKANG DAPUR

KETIKA RAMBUT KITA TIDAK HITAM LAGI

ENGKAU MEMANDANGI BANYAK SEKALI MANUSIA YANG MIRIP DENGANMU ATAU AKU ATAU MIRIP BENIH KITA PADA BINGKAI-BINGKAI FOTO DINDING RUMAH

CURVA LENGKUNG MANIS PADA BIBIRMU SANGAT SANGAT BERARTI BAGI HIDUP LELAKI SEPERTIKU

Tidak masalah untuk durasi waktu antar baris di tulisanku, yang kuingin kau hadir sebelum baris pertama hadir, bukan di baris ke sembilan, sepuluh, sebelas dan seterusnya - FSP

MAAFKAN SAYA TUHAN, DIMANA SAYA HANYA BISA BERKOAR DIBALIK RUMOR PENCURIAN BUDAYA NEGARA PADAHAL ANDIL SAYA DALAM BUDAYA NEGARA SENDIRI BISA DIKATAKAN NIHIL

—AMEN

Aku Tahu Bahwa Pemuda Dibesarkan Dalam Pengalaman, Dimana Hati Saling Memahami dan Roh Matang Dengan Pengetahuan.

—.

3 tahun silam, almari barak

3 tahun silam, almari barak